Friday, June 29, 2012

0

Fenomena Bisnis Makam Modern yang Mewah

  • Friday, June 29, 2012
  • [imagetag]
    Fenomena Bisnis Makam Modern yang Mewah Hamparan di pinggir jalan tol Jakarta-Cikampek Kilometer 52 itu ingar-bingar. Banyak truk proyek dan pekerja bangunan mondar-mandir di tanah cokelat berdebu itu untuk membangun saluran air dan melapisi permukaan tanah dengan rumput. Para pekerja itu bukan membuat lapangan golf atau lapangan sepak bola, melainkan sebuah kompleks makam. Ya, rencananya di tanah itu dibangun pemakaman modern khusus kaum muslim.

    Adalah Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar yang melihat potensi mengembangkan makam khusus muslim itu. Lembaga yang banyak berkecimpung di dunia pendidikan ini mempersiapkannya sejak dua tahun silam. Idenya berasal dari keprihatinan sulitnya mencari lahan makam yang nyaman dan senapas dengan ajaran agama.

    Pihak yayasan menyiapkan dana sekitar Rp 200 milyar untuk membangun "Al-Azhar Memorial Garden", begitu nama kompleks makam itu. "Namun itu baru untuk membangun konstruksinya," kata Rachmat Effendi, salah satu Direktur Al-Azhar Memorial Garden.

    Dari lahan seluas 25 hektare, akan dibuat sekitar 30.000 lubang makam. Ada tiga model yang ditawarkan: single, double, dan family. Tarifnya untuk tipe single yang berdimensi 1,5 x 3 meter adalah Rp 21.903.750, tipe double dengan luas 1,5 x 3,9 meter seharga Rp 72,7 juta. Sedangkan tipe family yang berisi empat makam seluas 7,5 x 3,5 meter seharga Rp 200 juta.

    Konsumen hanya membayar sekali dan tak ada biaya tambahan di kemudian hari. Pembayarannya juga tak harus secara tunai. Agar lebih ringan, konsumen bisa mengangsur hingga 12 kali dengan harga flat tanpa penyesuaian, seperti tingkat suku bunga. Pembayarannya tentu saja lewat bank-bank syariah yang ada.

    Salah satu konsep yang ditawarkan Al-Azhar Memorial Garden adalah layanan sesuai dengan syariat Islam, yang memenuhi empat unsur prosesi pemakaman. Yakni memandikan, mengafani, menyalati, dan menguburkan. Bila keluarga ingin menambah aksesori seperti bunga, diperbolehkan. Pihak Al-Azhar juga menyediakan sarana penjemputan dari rumah duka.

    Namun, bila ada yang ingin mengumandangkan azan saat prosesi penguburan, Al-Azhar tidak mengizinkan. Sebab, intinya, layanan yang akan diberikan adalah layanan yang sesuai dengan syariat Islam, yang terdiri dari empat proses tadi. Bila menginginkan tambahan, asal tidak jauh menyimpang dari syariat, masih bisa ditolerir.

    Konsumen juga bisa bersedekah lewat makam ini. Rachmat memberi contoh, bisa saja seseorang membeli 10 makam, lalu menghibahkannya kepada anak-anak yatim. Pihak Al-Azhar memang memberikan fasilitas pemindahan kepemilikan bila ada konsumen yang ingin menyerahkan haknya kepada orang lain.

    Berbeda dari kompleks makam modern lain yang berisi bangunan mewah dan megah, di kuburan Al-Azhar hanya akan disematkan nisan berukuran kecil yang diukir nama sebagai penanda. "Semua makam juga seragam, hanya
    ditutup dengan rumput," kata Rachmat. Apabila konsumen ingin membangun gazebo, terutama tipe family, dipersilakan asalkan makamnya tidak dipayungi atap.

    Kompleks ini juga tidak menyediakan fasilitas penunjang, seperti butik, restoran, apalagi kolam renang. Semua layanan untuk penunjang kebutuhan pengunjung itu disatukan dengan rest area di pinggir tol. Tak jauh dari situ akan dibangun pula masjid. Agar nyaman, pengembang membangun kompleks makam ini layaknya taman, dilengkapi dengan berbagai jenis tanaman, seperti trembesi, palem raja, hingga kurma.

    Saat ini, baru satu cluster seluas 2,5 hektare yang telah selesai dibangun. Dengan kapasitas 800 makam, sudah 400 makam yang dibeli. Selain itu, baru satu yang dimakamkan di sana, yakni almarhum Kapten Aan Husdiana Wiganda, korban kecelakaan pesawat Sukhoi pada 9 Mei lalu.

    Masuknya Al-Azhar ke bisnis pemakaman itu menambah ramai persaingan di sektor ini. Memang pemain lama yang berbisnis di bidang ini sejak hampir satu dasawarsa lalu lebih ''sekuler'' dalam menawarkan produknya. San Diego Hills, misalnya. Anak usaha dari Grup Lippo ini cenderung memberikan pemuasan layanan kepada pengunjung di kompleks makam mewahnya di Karawang Barat. Misalnya membangun jogging track, kolam renang, toko bunga, padang rumput asri untuk aktivitas luar ruang, hingga gedung serbaguna berkapasitas 250 orang.

    Namun unsur produk atas dasar keyakinan tetap yang utama. Kompleks makam Taman Kenangan Lestari, yang bertetangga dengan San Diego Hills, misalnya, menyuguhkan desain makam yang didasari konsep fengshui agar konsumen dari etnis Tionghoa tertarik. Dalam budaya Tionghoa, dipercaya bahwa melakukan shenji atau menentukan lokasi makam yang strategis sedini mungkin bisa memperpanjang umur dan membawa kemakmuran bagi keturunannya.

    Perusahaan patungan antara PT Alam Hijau Lestari dan perusahaan pemakaman asal Malaysia, Nirvana Multi Corporation Berhad, itu menyediakan lahan seluas 150 hektare untuk makam umat Buddha dan Kristen. Harganya beragam, dari kelas single yang dibanderol Rp 42 juta hingga royal family yang bertarif Rp 7 milyar yang bisa diisi 72 jenazah.

    Agar sesuai dengan kebutuhan penganut Buddha dan Kristen, selain menawarkan lahan pemakaman yang dilengkapi bangunan-bangunan Oriental indah dan mewah, Taman Kenangan Lestari juga menyediakan jasa kremasi dan columbarium atau tempat penitipan abu jenazah.

    Menurut Dravenatius, Service Sales Taman Kenangan Lestari, dari lahan yang telah dibangun seluas 32 hektare, saat ini sudah dipesan sekitar 5.000 kavling. Ini memperlihatkan, bisnis makam memang prospektif. Beda dari tahun awal berdiri, pada 2003, masyarakat masih kaget dengan konsep menyiapkan "rumah masa depan" ini. ''Kalau dulu orang ditawari beli makam, persepsinya didoakan cepat mati,'' katanya.

    Tingginya harga itu, menurut Dravenatius, karena konsumen akan mendapatkan layanan penuh pascabayar. ''Tidak ada tambahan iuran keamanan atau pajak bumi dan bangunan,'' tuturnya. Semua itu ditanggung perusahaan. Agar lebih ringan, konsumen mendapat kelonggaran membayar dengan cicilan yang disesuaikan dengan harga makam dan bisa diangsur maksimal selama dua tahun. Namun, konsumen bisa mengangsur selama makam belum dipakai.

    Sumber

    Tahukah Kamu?
    Setiap orang, termasuk kembar identik, sidik jari dan tekstur lidahnya tidak ada yang sama.
    Itulah berita untuk 'Fenomena Bisnis Makam Modern yang Mewah', semoga bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi buat kamu.
    779435

    0 Responses to “ Fenomena Bisnis Makam Modern yang Mewah ”